Oleh: minervascomments | Maret 8, 2008

Apa rasanya menjadi super kaya?

Istriku menanyakan itu kemarin saat kami menonton acara di E!, salah satu channel di Indovision (baru pasang sebulan lalu hehe). Di acara itu ditampilkan anak-anak multi bilyuner, yang jajannya saja beli apartment di Inggris. Wuihhhh gimana ya rasanya? Apa ya rasanya kalau beli barang gak usah mikir lagi duitnya dari mana. Apa ya rasanya kalau liburan keliling dunia cuma sejauh kalimat “Papa, aku pengen pergi ke …..”, tidak terbatas sendiri, bisa barengan dengan belasan temen dekat kita lagi.

Apa rasanya?

Jawaban yang tiba-tiba terloncat keluar dari mulutku adalah “Aku rasa biasa saja”. Lho? Masak sih biasa aja? Ya…aku rasa biasa saja. Coba dipikir, apa rasanya kita makan di Mal yang satu porsinya Rp 30 – 50 ribu? Apa rasanya liburan ke Puncak? Apa rasanya pergi kemana mana naik kendaraan sendiri? Apa rasanya membelanjakan 30ribu rupiah buat sepotong burger Kings? haha…biasa aja kan?

Padahal itu super luar biasa buat pengemis pengemis, tunawisma, dan orang orang tidak punya yang bertebaran di penjuru Jakarta. Buat mereka uang 100 ribu itu bisa buat hidup 1 bulan, dan 300 ribu cukup buat sekeluarga mereka hidup. Hemmmm, jadi kepikir kan? Jadi teringat kalimat lama “Hidup jangan hanya melihat keatas, imbangilah dengan menengok ke bawah, bersyukurlah”

Sudah bersyukur hari ini?

Oleh: minervascomments | Februari 13, 2008

Great boss

Another interesting tips dari Renee suhardono, dia bilang bahwa kita sering mengkritik boss maupun bawahan kita. Baik dari segi performance, attitude maupun komitmen. Sounds familiar ya, dan manusia memang lebih sulit melihat hal baik daripada hal buruk.

But you know what untuk jadi seorang boss yg baik kita salah satunya bisa belajar dari buku “from good to great” karya jim collins. Disini dikatakan bahwa pemimpin yg baik adalah yg mau melihat ke jendela. Ketika something great happens maka berkata “Saya beruntung memiliki tim yg baik”. Tapi dikala something wrong happens maka berkata “This is my responsibilities”.

Untuk menjadi great leader maka langkah awalnya adalah menjadi great individual. Artinya bagi saya menjadi orang yang alih alih melihat kaca dan terus melihat hal buruk dari orang lain menjadi orang yang melihat jendela. Orang yang punya kemampuan dan tanggung jawab tapi juga kesederhanaan hati dan kerendahan hati. Karena seorang individu yang hebat kelak suatu hari pasti kan menjadi leader yang hebat pula.

@MotoQ9h

Oleh: minervascomments | Februari 13, 2008

ANTM – 7 Deadly Sins Photo Concept

 

You know “7 deadly sins” in the bible right? Look how the photographer actualized the idea into a great photo sessions in ANTM (America’s Next Top Model)…

Oleh: minervascomments | Februari 12, 2008

Peta Jalur Alternatif ke Bandara Soekarno Hatta

Oleh: minervascomments | Februari 12, 2008

Dream, think big, start small

Seringkali meeting panjang berakhir dengan retorika, atau dengan kesimpulan bahwa tindakan yang seharusnya diambil tidak bisa dilakukan. Bukan karena tidak bisa, tapi hanya saja karena apa yg harus dilakukan kompleks, sampai sampai kita tidak tahu harus mulai dari mana. Pada akhirnya kita tidak pernah memulai.

Saya belajar bahwa manusia pada dasarnya takut atau enggan menghadapi perubahan. Baik belajar dari pengalaman saya ataupun belajar dari hasil ulasan training change management. Otak manusia memang di desain untuk tidak nyaman dengan perubahan.

Tapi bukan berarti kita tidak bisa membuat perubahan bukan? Saya sederhanakan dalam kalimat yg selalu saya ulang pada anak buah saya "Dream, Think Big, Start Small". Semuanya dimulai dari keberanian bermimpi. Keberanian untuk memikirkan hal yg tidak kita rasa bisa diwujudkan sekarang. Seorang pemimpin harus memulai dengan menjadi pemimpi.

Setelahnya kadang kita stop karena merasa mimpi itu terlalu jauh. Tapi saya bilang jangan stop, coba sederhanakan sebisanya. Coba berpikir secara system. Coba merasionalkan tanpa kehilangan mimpi kita. Coba untuk "think big".

Dan yang terpenting setelah think big adalah memulainya. Seperti semboyan terkenal dari produsen Nike "just do it". Tapi resourcenya masih kurang, plannya masih belum lengkap, dst. Seorang leader harus bisa merasakan apakah ini memang belum siap, atau hanya takut untuk memulai. Start simple, start small, start dengan sesuatu yg resikonya relatif kecil. Buatlah small victory dan pembuktian bahwa mimpi awal itu bisa terwujud.

So start your day dengan berpikir "Dream, Think Big, Start Simple"…over and over again. Good night to you all…

@MotoQ9h

Oleh: minervascomments | Februari 10, 2008

Leadership

Apa itu leadership? Kata sebagian orang leadership adalah kemampuan memimpin anak buahnya menuju satu tujuan (vision). Ada juga yg bilang kemampuan untuk mewujudkan hasil dengan bantuan anak buahnya. Banyak lagi arti dari leadership, tidak kurang banyaknya pula buku mengenainya.

Saya punya definisi saya sendiri untuk leadership. Definisi yg terinspirasi dari buku "the art of war" karya Tzun Zu. Pada intinya saya bagi kemampuan seorang manager / executive menjadi 2. Leadership dan Managerial skill. Dengan mampu mengatur sumber daya, waktu dan biaya dengan baik maka anda layak mendapatkan "gelar" manager yang baik. Tapi itu saja tidak cukup untuk mendapatkan gelar leader yang baik.

Bagi saya leader yang baik adalah seseorang yang mampu membuat anak buahnya mati bahagia dalam perang.

Kata dalam perang menyatakan ada tujuan / vision bersama yang ingin diwujudkan. Artinya tidak hanya asal kerja, tapi kerja yang terarah. Tugas seorang leader lah menentukan objective suatu peperangan, menentukan "akhir" suatu perang yang notabene harus diterima menjadi tujuan bersama. Jadi tugas pertama seorang leader adalah menentukan tujuan yang diterima dan diyakini bersama.

Bagian kalimat kedua adalah "mati bahagia". Bagian ini ingin menunjukkan bahwa leader yang baik harus mampu merangkul anak buahnya untuk berjuang bersama. Tidak sekedar berjuang sendiri-sendiri tapi berjuang demi tujuan yang satu. Lebih dari itu seorang leader harus mampu menggelorakan semangat berkorban dari anak buahnya. Sehingga kalaupun mereka harus berjuang habis-habisan demi tujuan itu mereka tetap bahagia.

Dalam konteks dunia nyata saya mencoba menciptakan "mati bahagia" dengan menumbuhkan kebanggaan terhadap tujuan bersama yg ingin diraih dan tim yg dimiliki. Anak buah harus bangga dengan misi yg diemban dan juga rekan sekerjanya. Mereka harus terus diingatkan akan misi mulia mereka, dan betapa mereka bekerja dengan rekan sekerja yg tak kalah hebatnya. Hal ini mendorong mereka untuk terus berprestasi dan tidak merasa puas dengan achievement mereka

Oleh: minervascomments | Februari 8, 2008

Great start lead to great achievement

Pagi ini saya membaca di Kompas mengenai service dari Anna Kournikova, bukan service dalam arti layanan, tapi saat main tenis. Menurut artikel tersebut dengan makin canggihnya peralatan tenis sekarang maka kecepatan bola makin menggila, dan service menjadi sangat penting. Apabila service tidak kuat, tajam dan dahsyat maka kekalahan bisa di ambang mata.

Konon kabarnya pula Anna K di saat cederanya melatih servicenya. Walau karena absennya ini peringkatnya turun (masih dalam 10 besar dunia) tetapi begitu dia kembali lagi servicenya nyaris tidak terkalahkan. Tiger Wood juga absen 1 tahun untuk melatih pukulan drive-nya (pukulan awal dalam Golf). Ketika dia kembali dari absen selama 1 tahun itu dia kembali menjadi tidak terkalahkan, lebih dari sebelumnya.

Awal yang baik bisa menjadi indikator akhir yang menakjubkan, atau prestasi yang briliant. Memang benar proses menentukan juga, tapi awal yang baik sudah 20-30% kemenangan. Dalam hal sekolah misalnya, sekolah dasar yang baik cenderung membawa kita ke sekolah sekolah kemudian yang baik pula. Pada akhirnya mungkin membawa kita ke pekerjaan dan hidup yang baik pula. Karir juga demikian, apabila kita tidak dengan sepenuh hati membangun karir kita dari awal maka sulitlah kiranya untuk membangunnya nanti di kemudian hari.

Awal yang baik tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Lihat perjuangan Anna Kournikova, lihat pula perjuangan Tiger Wood. Sering kita tergoda dengan “mikir buat yang sekarang saja lah”, membatasi masa depan kita dengan tindakan yang hanya menguntungkan (baca: enak buat dikerjakan) saat ini saja.

So, salah satunya adalah : ayo awali hari dengan suka cita dan penuh semangat, walau hari ini adalah HarPitNas (hari kejepit nasional) yang cenderung punya konotasi “hari tidak produktif”. Semangat !!!!

Oleh: minervascomments | Februari 7, 2008

Selamat tahun baru imlek

Gong Xi Xin Nian, wang shi ru yi

Semoga tahun yg baru membawa berkah baru dan kesejerahteraan buat Indonesia

@MotoQ9

Oleh: minervascomments | Februari 6, 2008

Become ordinary?

Pilihan seringkali harus kita buat, baik dalam hidup, jualan, politik, cinta…untuk mengambil ordinary or extra-ordinary decisions. Yang paling mudah? seringkali yang paling mudah adalah menjadi sama seperti orang lain. Mengambil pilihan yang ordinary menjadikan kita sama seperti orang lain. Apabila ada yang bicara “Ya” maka akan sangat nyaman bagi kita untuk juga berkata yang sama bukan? Karena manusia diciptakan untuk senang sama dengan rekannya.

Sama halnya dengan bekerja, di dalam situasi kerja yang cenderung malas-malasan misalnya, bukankah lebih enak kalau kita juga ikut malas? Kalau kita rajin sudah capek, hasilnya dinilai sama dan bahkan kadang di cap penjilat.

Tapi sadarkah kita dengan menjadi sama dengan yang lain (dalam konotasi yang negatif) maka kita tidaklah menjadi manusia yang lebih baik. Seharusnyalah pilihan kita bukan di dasarkan pada sama atau tidak sama pilihan kita, melainkan benar atau tidak benar pilihan kita.

Dalam hal marketing kita juga kenal strategi “Blue ocean” dimana kita tidak ikutan sama dengan kompetitor atau yang lainnya. Saya suka dengan ide produk seperti Vertu, Snow ice, atau Hilo (dengan produk barunya Teen dan Soleha). Ide – ide mereka fresh, unik dan juga “berbeda” dengan umumnya. Hebatnya adalah mereka relatif berhasil dengan produk-produk mereka, walau berbeda dengan khalayak umum.

Hal yang sama dengan politik, memilih tidak harus sama dengan yang lain bukan? Karena seperti saya sebutkan sebelumnya bahwa yang penting bukanlah keputusan kita sama dengan yang lain atau tidak, tetapi apakah keputusan kita benar atau tidak. Mengambil kata ABG sekarang “EGP” – Emang Gue Pikirin (kata orang lain). What the matter most adalah apa yang benar dan salah menurut hati kita. Good night…dan Happy chinesse new year

Oleh: minervascomments | Februari 3, 2008

Banjir & Bandara – cermin buruk Indonesia

Banjir kali ini meluluhlantakkan kondisi penerbangan di Jakarta. Banyak sekali penumpang terjebak, tertunda tanpa kepastian, tak berdaya dalam kemacetan di tol dan jalur alternatif (yg notabene tidak layak). Semua jenis umpatan dan sumpah serapah saya rasa telah keluar dari semua yg ada di sana.

Bandara menjadi pintu gerbang bagi jalur keluar masuk bisnis dan pariwisata Indonesia. Tentunya sangat memalukan memiliki pintu depan yang sedemikian ‘carut marut’. Ini sekaligus menunjukkan betapa kacau balaunya tata kota dan pemerintahan itu sendiri. Jalur tunggal yang tidak reliable menunjukkan "kemalasan" pemerintah dalam menangani hal ini.

Entah bagaimana kesan dari penduduk indonesia (yg menjadi korban) atau lebih parah kesan dari para wisatawan / businessman yg datang ke indonesia. Mungkin tawa dan senyum sinis tersungging? Mungkin gelengan kepala tanda prihatin? Mungkin helaan napas tanda putus asa? Seharusnyalah pemerintah bercermin dari semua ini.

@MotoQ9

Oleh: minervascomments | Februari 3, 2008

How to have a cheap & nice background

Tidak punya background yg bagus untuk foto still life / produk? Gunakan saja majalah yg colourfull. Lalu atur jarak antara produk yg mau di foto dan background cukup jauh. Set apperture cukup besar, misalnya f2.8. Pakai tele lens,dan whoopppp you have it!

Foto ini dibuat dengan background menggunakan majalah yang colourfull. Lensa dipakai 100mm f2.8 dan hasilnya background yg berwarna warni kan.

@MotoQ9

Oleh: minervascomments | Februari 3, 2008

Usai banjir

Banjir sudah usai juga akhirnya. Setelah mengambil kendaraanku yg dititipkan di kantor aku dan keluarga pulang dari pengungsian. Dari apartment yg kami sewa selama beberapa hari ini (kebetulan ada teman ibu yg menyewakannya ke kami) kembali ke rumah.

Konon minggu-minggu ini masih bakal hujan. Nah hujan lagi apakah sama dengan banjir lagi? Hemmmm…jakarta, sulit untuk di duga. Walau banjir tetap saja banyak orang yg enggan berpindah.

Ada sebagian yg bilang karna dekat kemana mana, daripada misalnya dicibubur yg jauh dari peradaban. Ada pula yg bilang "ahh, banjir kan hanya 1 tahun sekali, sementara jauh dan macet tiap hari". Tapi apapun alasannya aku merasakan teori bahwa manusia pada dasarnya enggan untuk berubah adalah valid. Kita semua pada prinsipnya menyukai status quo, hanya memang tingkatannya berbeda2. So next time ada perubahan cek diri kita sendiri, apakah kita sudah mau "mencoba" untuk berubah, atau menolak dari awal merasa lebih superior / lebih tahu. Selamat bekerja kembali Senin depan ini ya!

@MotoQ9

Oleh: minervascomments | Februari 1, 2008

Ray in apartment

Today as I told you in the previous message that flood has strike Jakarta. I move my wife & baby boy to a rented apartment near my house. Just a precautions that I take, in case it’s getting worse. Anyway, seems like Ray (my baby boy) like to stay here. He’s acting so nice ever since he left home. He doesn’t cry or getting difficulity to sleep Haha it’s really relaxing to find him acting like that.
The picture above is Ray sleeping in the apartment. Good night my baby boy, I’m sure that tommorrow we’ll be just fine and come home soon enough.
Hope that you all doing well in your home too.

@MotoQ9

Oleh: minervascomments | Februari 1, 2008

Jakarta in Rain

Rain fall in Jakarta since last night, is not heavy actually but at
constant rate. I didn't think that this morning still raining, but it
did. The result of this rain is not flood (at least in my area) but all
the way to my office is traffic jam. I heard that this rain "paralyzed"
the city, even 3 in 1 is canceled this morning. Wow, it juts 1 night
stand…I mean 1 night rain and it's paralyzed? Mr Fauzi Bowo, you have
an enormous job to be done soon…

Lesson learned: all that we build in our life (experience, skill,
reputation) is not that easy to change if it's too late. If all that we
build is "junk yard" then our life is "traffic jam" / "paralyzed" every
time something unusual comes. So build your life in every second that
passed through your life.

Happy working!

Oleh: minervascomments | Januari 31, 2008

Naik gaji? – "Eat what you kill"

Lagi di jalan tadi dengerin career tips dari Renee Suhardono, dia bicara mengenai banyak sekali pertanyaan mengenai gaji. Ada yg tanya gimana supaya gaji 2 kali, atau naik banyak. Pokoknya gaji gaji dan gaji. Sounds familiar ya, baik buat diri kita sendiri atau anak buah kita.

Dalam tips itu Renee bicara mengenai “eat what you kill”. Apa artinya? Ibaratkan jaman purba dulu deh, apa yg kita makan adalah apa yg kita perjuangkan / buru bukan? Sama prinsipnya. Kalau kita terus menanyakan mengenai gaji kita dan kenaikannya, pernahkah kita tahu dari mana gaji kita berasal? Atau lebih pasnya pedulikah kita?

Kita seringkali terpaku pada job desc yg diberikan ke kita. Lho apa itu salah? Tidak, tapi dengan demikian kita hanya terus menjadi bagian terkecil dari “mesin” perusahaan kita. Maukah kita peduli dan dengan demikian bekerja lebih lebih dan lebih?

Apabila kita sudah bekerja dengan sedemikian baiknya akankah perusahaan sedemikian “tega” tidak berbagi “hasil buruan bersama”? Money will come, asalkan kita turut “berburu”.

YOU EAT WHAT YOU KILL (OR HUNT)

@MotoQ9

Oleh: minervascomments | Januari 31, 2008

"Fakir Bandwidth"

Good morning everyone,

Pagi ini dengerin radio HardrockFM (My Fav station) dan pas ada acaranya
Lidwina, Money Klinik. Ada ungkapan dari salah satu tamu yang buat saya
sangat menarik, "Kita ini kan fakir bandwidth, so gak nyaman kalau di
website banyak menggunakan flash". Wah wah, ternyata pendapat umum bahwa
di indonesia itu fasilitas internet sangat tidak mendukung lebih parah
dari dugaan saya haha, sampai di sebut "Fakir".

Sayang ya, padahal dengan high-speed internet ada begitu banyak hal yang
bisa kita raih (termasuk yang saya tulis di tulisan saya sebelumnya). So
kapan nih Telkom dan perusahaan telekomunikasi bakal mengupgrade (dan
juga menurunkan biaya) internet kita? Ditunggu lho…

Happy working !!!

Oleh: minervascomments | Januari 30, 2008

12 Kegunaan Blog (untuk corporate)

From : “The Corporate Blogging Book”, by Debbie Weil

  1. Blog sebagai strategi marketing – blog eksternal digunakan sebagai marketing channel dan PR. Sedangkan blog internal digunakan untuk manajemen proyek dan knowledge sharing. Blog memang (for the time being) tidak akan menggantikan channel tradisional seperti TV, Koran, Print Ad, dll akan tetapi blog melengkapi channel-channel tersebut. Pertimbangkan blog sebagai metode yang cost-efficient untuk melengkapi channel tersebut, walau belum tentu effective menghasilkan revenue secara langsung.
  2. Thought leadership – pada intinya adalah seorang leader yang cerdas dan pandai tentunya ingin dan mampu untuk berbagi melalui blog.
  3. Community building – dalam tulisan saya sebelumnya sudah disebutkan mengenai pentingnya community building. Nah blog memungkinkan perusahaan untuk secara kontinu berdiskusi dengan konsumen mengenai fitur dan fungsionalitas dari suatu produk.
  4. Customer relations – Nampaknya akan sangat mengasyikkan jika hotline kita juga online di blog untuk menanggapi pertanyaan dari konsumen bukan? Hal ini yang dilakukan oleh QuickBooks Online.
  5. Status alerts – Blog dapat digunakan sebagai “real time” status mengenai layanan web kita. Just in case misalnya ada downtime pada layanan tersebut dan kita ingin secara periodik memberitahukan secara spesifik progress perbaikannya misalnya.
  6. Conferences & events – banyak event dan konferensi diumumkan, diinformasikan dan juga ditutup (misalnya dengan menyebarkan materi / komentar / hasil) melalui blog. Baik yang permanen, maupun hanya sementara (misalnya event nya hanya sementara saja – time limited blog).
  7. Advocacy – Blog dapat digunakan oleh LSM dengan budget yang relatif terbatas untuk “menyuarakan” aspirasi yang ingin diperjuangkan. Baik perlindungan anak, HIV-AIDS, kanker, dll. Termasuk di dalamnya adalah testimoni dari simpatisan yang notabene lebih di dengarkan daripada slogan marketing secara umum.
  8. Adjunct to PR – Dalam buku “The Fall of Advertising and the Rise of PR” dijelaskan pentingnya PR di era sekarang. Tapi saat saya berdiskusi dengan salah satu konsultan PR kita Blog pun menjadi sorotan di dunia PR. Hal ini karena PR mengerti benar peranan penting blog di masa datang. Debbie dalam buku ini juga mengambil contoh bagaimana Google menggunakan blog sebagai alat kampanye PR mereka. Blog memberikan versi informal (sering juga disebut : backstory) dari sebuah pengumuman resmi corporate.
  9. Branding – Blog sendiri bisa menjadi suatu “brand” yang menjadi pelengkap brand utama perusahaan kita. Misalnya kita memiliki blog yang sangat terkenal, sehingga bisa ikut “mengerek” ketenaran produk kita.
  10. E-Commerce – Blog kita dapat mengarahkan konsumen untuk membeli produk tertentu secara online. Menurut perusahaan online market research comScore Networks seorang pembaca blog 30% lebih mungkin membeli produk / jasa secara online. Konsumen juga memiliki kecenderungan belanja 6% lebih tinggi apabila dia mengunjungi blog.
  11. Customer evangelist – Banyak konsumen yang sedemikian “attached” dengan brand kita sehingga bersedia untuk mengulas produk melalui blog mereka, for free! Beberapa konsumen (misalnya konsumen Palm Treo, Starbucks, dll) bahkan memiliki blog yang sedemikian terkenalnya diantara pengguna lainnya. Ada pula perusahaan yang menyediakan tempat bagi konsumen loyal mereka untuk mengekspresikan loyalitas mereka. Saya rasa pengembangannya tentu saja “word of mouth” yang tercipta dari blog ini.
  12. Viral marketing – Blog dapat digunakan sebagai media dalam kita menciptakan “buzz marketing“. Misalnya kita menciptakan kontes dalam blog kita yang sedemikian hebohnya sehingga banyak sekali orang yang kemudian membicarakannya. Membicarakannya = free awareness = free trial buying = free loyal consumer
Oleh: minervascomments | Januari 30, 2008

New rule : Marketing + IT

Old marketing dimana marketing adalah mereka-reka, membuat produk dan
kemudian berusaha menjualnya telah mulai bergeser dan ditinggalkan.
Demikian yang disampaikan oleh salah seorang senior manajemen di
perusahaan saya bekerja. Lho, lalu digantikan apa ya, bukankah marketing
pada prinsipnya adalah membuat dan menjual (red : persuade consumers to buy)?

Dengan makin kerasnya persaingan, makin banyak perusahaan yang muncul +
inovasi dari perusahaan – perusahaan jagoan lama membuat kancah
pertempuran marketing menjadi makin sulit saja. Dalam salah satu ulasan
di web mengemukakan bahwa konsumen
sekarang berusaha mencari produk / jasa yang sesuai dengan kebutuhan
mereka. Apabila ada satu perusahaan tidak mampu memenuhinya maka yang
terjadi adalah entah konsumen itu berpindah ke produk / jasa lain yang
lebih sesuai, atau terciptalah “fake loyalty”. Konsumen seakan – akan
dengan setia membeli produk / jasa tersebut, tapi sebenarnya dia tidak
puas. Hanya karena tidak ada pilihan lain saja maka dia membeli, dan
begitu ada perusahaan lain yang menawarkan apa yang dia inginkan maka
dengan segera dia tidak lagi menjadi konsumen kita.

Wah makin mengerikan saja arena pertarungan bisnis ini. Ya, dan salah
satu cara agar kita survive adalah dengan memanfaatkan segala informasi
yang ada. Salah satunya adalah insight yang datang dari konsumen.
Insight ini tentunya tidak bisa dengan mudah kita peroleh dengan
bertanya pada konsumen “Apa yang kamu mau?”, ini cara lama dimana memang
belum ada produk / jasa. Di era tahun 60an apabila kita ditanya apa yang
kita inginkan dari sebuah mobil dan kemudian jawaban itu diwujudkan maka
kita sudah akan sangat terkagun kagum dan senang. Tapi saat ini “the
playing field” 100% berubah…coba tanyakan pertanyaan yang sama,
apabilapun kita bisa mewujudkannya tetap bisa jadi tidak memuaskan
konsumen.

Insight diperoleh dengan “mengamati” konsumen. Ada beberapa cara yang
dilakukan untuk mengamati perilaku konsumen. Ada yang menggunakan riset
“in situ”, dimana seorang pe-riset mengamati keseharian respondennya.
Masalahnya adalah biaya dan privasi. Konon kabarnya cara inilah yang
digunakan oleh perusahaan seperti Unilever & P&G dalam membuat produk
produk mereka. Salah satu cara lain adalah dengan menggunakan trend
perkembangan IT yang ada, internet.

Internet berkembang sangat cepat di Indonesia, apalagi sejak
diturunkannya biaya internet oleh Telkom dan diluncurkannya teknologi 3G
/ 3,5G oleh vendor sekelas Indosat. Biaya,
kecepatan dan penetrasi internet di Indonesia akan makin cepat dalam
kurun waktu 2-3 tahun ke depan. Hal ini membuka peluang untuk
menggunakan “community based approach”. Pada pendekatan ini kita bisa
membuat suatu komunitas, misalnya komunitas ibu muda, dan mencoba
menggali insight dari interaksi dalam komunitas tersebut. Dahulu
membangun komunitas semacam ini membutuhkan biaya yang tinggi, karena
tiap acara off-air membutuhkan biaya tidak sedikit. Tapi sekarang dengan
adanya IT maka semua itu bisa dilakukan di internet dengan biaya yang
relatif sangat kecil.

Penggunaan websites, mailing list, networking application (Friendster, Facebook , MySpace , etc), dan media lainnya seperti Blog dan YouTube telah mengakselerasi proses pembangunan community ini. Saya tidak bilang bahwa kegiatan off-air hilang sama sekali, atau membangun komunitas ini menjadi hanya dalam waktu 1 hari. Bukan itu, melainkan proses pembangunan komunitas (dan juga analisanya nantinya) akan menjadi sangat jauh lebih mudah dengan adanya IT. So Marketing tidak lagi berjualan dengan ‘insting” saja melainkan data pendukung yang lengkap. Bayangkan apabila kita bisa memantau tingkah laku, pendapat, saran dan kritik dari konsumen kita, end konsumen kita, secara langsung dan bahkan real time. Pertanyaannya bukanlah “Bisa tidak ya?” tetapi “Mau tidak?”

So the new rule is : Marketing + IT !

Oleh: minervascomments | Januari 29, 2008

Between

Canon 350D – EF 70-200mm f2.8 IS L @ 180mm
Apperture Priority – f2.8 – 1/100 sec – ISO 400 – Pattern Metering – EV -0.7

Foto di ambil diantara rerimbunan hutan di Pantai Indah Kapuk. So metering memang menjadi agak kompleks karena BG yang relatif gelap, itu sebabnya EV digunakan.

Lensa jenis tele digunakan untuk mendapatkan portrait photo dan background yang blur, dengan model yang hanya 1 orang maka apperture f2.8 dapat digunakan dengan leluasa tanpa takut ada area wajah yang tidak tajam.
Oleh: minervascomments | Januari 29, 2008

XL Girl

Sudah pernah dong lihat iklan XL diatas? What do you think of the girl? Well, menurut saya dan beberapa rekan saya model yang digunakan sangatlah atraktif. Pose dan senyumnya demikian khas, sehingga mengundang tanya, siapa sebenarnya gadis ini.

Dari keingintahuan yang timbul tenggelam (timbul saat melihat iklan ini di jalan atau sekarang di TV juga, dan tenggelam beberapa saat setelahnya karena saya lupa) maka akhirnya saya berkesempatan untuk mencari tahu siapa dia sebenarnya. Thanks God for the wonderfull magic of internet, saya akhirnya menemukan diskusi di kaskus yang membahasnya. Dan end up ke suatu blog yang juga tak kalah menariknya yang membahasnya pula.

Beberapa fakta mengenai this young-attractive-and has an epitome beauty (menurut blog diatas) adalah :

  • Her name is Sharen
  • She’s a model of an agency named “PROFILE Management”
  • She was invited as a guest in the talk show “Empat Mata” in the Indonesian channel Trans TV.
  • Unfortunately, she already has a boyfriend.
  • And alas, she’s planning to get married soon!

So, masih penasaran? Well at least akhirnya saya tidak terlalu penasaran lagi apabila pagi dan sore hari saya melewati warung yang memasang posternya :)

Some of her other pics (as in kaskus) :

Tulisan Sebelumnya »

Kategori