Istriku menanyakan itu kemarin saat kami menonton acara di E!, salah satu channel di Indovision (baru pasang sebulan lalu hehe). Di acara itu ditampilkan anak-anak multi bilyuner, yang jajannya saja beli apartment di Inggris. Wuihhhh gimana ya rasanya? Apa ya rasanya kalau beli barang gak usah mikir lagi duitnya dari mana. Apa ya rasanya kalau liburan keliling dunia cuma sejauh kalimat “Papa, aku pengen pergi ke …..”, tidak terbatas sendiri, bisa barengan dengan belasan temen dekat kita lagi.
Apa rasanya?
Jawaban yang tiba-tiba terloncat keluar dari mulutku adalah “Aku rasa biasa saja”. Lho? Masak sih biasa aja? Ya…aku rasa biasa saja. Coba dipikir, apa rasanya kita makan di Mal yang satu porsinya Rp 30 – 50 ribu? Apa rasanya liburan ke Puncak? Apa rasanya pergi kemana mana naik kendaraan sendiri? Apa rasanya membelanjakan 30ribu rupiah buat sepotong burger Kings? haha…biasa aja kan?
Padahal itu super luar biasa buat pengemis pengemis, tunawisma, dan orang orang tidak punya yang bertebaran di penjuru Jakarta. Buat mereka uang 100 ribu itu bisa buat hidup 1 bulan, dan 300 ribu cukup buat sekeluarga mereka hidup. Hemmmm, jadi kepikir kan? Jadi teringat kalimat lama “Hidup jangan hanya melihat keatas, imbangilah dengan menengok ke bawah, bersyukurlah”
Sudah bersyukur hari ini?